CONTOH SEDERHANA MEMPERLANCAR REZEKI DIKEHIDUPAN SEHARI-HARI

Hiii kak, balik lagi diblog aku Hihi 
Maafkan yang beberapa hari sakit dan banyak ketertinggalan, tapi tenang aja aku coba buat melengkapi dan konsisten berbagi unek-unek disini *InsyaAllah HEHEHE
Blog 7 July kali ini pembahasannya simple, enteng ajaa yaa. Hehe

Yukk mariiiii…..

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kalian banyak mengalami kasus atau melakukan aktivitas yang kalian sendiri belum begitu paham apa manfaatnya, terlebih untuk orang-orang awam yang masih sangat haus akan ilmu terutama ilmu berbagi/memperlancar rezeki. 

Kalian percaya gasih bahwa sebenarnya aktifitas dirumah justru seakan mengundang rezeki tersendiri? Benar memang, rezeki bisa kapan saja dan darimana  saja, tak terkecuali dari beberapa kasus kejadian berikut yang justru menambah nikmat dan barokahnya rezeki.

Salah satu kasus keseharian dirumah/dilingkungan sekitar rumah yang kadang orang lupa/bahkan gatau manfaatnya, ialah sebagai berikut :

1. Membantu & merawat orangtua 
Mungkin sebagian orang membantu orangtua yaa hanya sekedar membantu aja, tanpa kita sadari kalau ternyata membantu orangtua punya sisi positif tersendiri, salah satunya mendatangkan rezeki. Orangtua adalah ladangnya kita, kita bisa kapan aja mencari kebaikan dan keberkahan didalamnya dengan membantu pekerjaan-pekerjaannya, merawat semasa hidupnya ketika sudah semakin sepuh. 
Menurutku ini salah satu  contoh kasus sederhana tapi justru banyak dilalaikan sebagian orang, padahal sejatinya merawat orangtua pun sudah kewajiban seorang anak. Seakan kita sendiri kurang menyadari betapa manjurnya setiap perkataan/ucapan orangtua jika suatu saat orangtua akan murka, kita sendiri tdk bersikap adil terhadap orangtua. 

Pengalaman dari sebelumnya yang pernah aku share di story WhatsApp jadi waktu itu pernah ada seorang bapak mengatakan seperti ini (dalam bahasa jawa ngapak) “Anak ngurusi wongtua paling sue 10-15th, pol-polane ya 10th tapi ana bae anak mikire ora njog ngonoh sing ujung-ujunge ora eman wongtua, wongtua geleti panganan dewek. Padahal wongtua  jungkir jempalik go belani anak."
Transletenya kurang lebih begini dalam bahasa indonesia : "Kita sebagai anak merawat mengurusi orangtua itu paling lama 10 atau 15tahun, mentok-mentoknya ya 10th, tapi ada aja anak yang mikirnya gak sampe disitu yang ujung-ujungnyaa gak sayang/gak berbakti sama orangtua, orangtua nyari makanan sendiri. Padahal orangtua mati-matian (jungkir jempalik maksudnya Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala) buat ngebelain anaknya."


2. Sillaturahmi 
Pernah dengar kalimat jawa berikut, “Bocah gue aja nang umah bae, metu kandahan karo tanggane” 
yang dalam bahasa indonesianya “Anak itu jangan dirumah aja, keluar ngobrol sama tetangganya” Menurutku kalimat ini senada dengan rezeki, rezeki mengenal karakter tetangga dan rezeki bertukar pikir selain ghibah ya Wkwk 
Tapi terkadang (karena aku jualan baju muslimah cek IG @destira.id yaa HAHA gak apa-apa yaa promosi dikit) dari keluar rumah berkomunikasi dan cengkrama dg tetangga  justru bisa mendatangkan rezeki dari jualan baju, saling sharing dan berujung order baju deh Hehe *nahloo


3. Tidak baqhil & merugikan tetanggamu
Mungkin ada yang memegang prinsip semakin kita tidak memberi/mengeluarkan justru semakin kita punya? Hmmm ada, banyak!  Kehidupan sehari-hari menurutku banyak mengundang kesadaran diri terutama untuk aku pribadi, pernah dengar kata-kata ini “Kalau kamu ingin dihargai, kamu harus bisa menghargai orang lain terlebih dulu” sekarang aku ubah kalimatnya “Kalau kamu ingin diberi, kamu harus bisa memberi orang lain terlebih dulu” tapi kata-kata ini bukan jargon atau embel-embel untuk mereka yang punya prinsip demikian, karena masih banyak pula tetangga-tetangga yang tanpa diberi pun mereka masih memiliki empati memberi tanpa ngedumel diibelakang, tapi kembali lagi ke si penerima biasanya yang berhati akan mudah lebih aware, yang gak bisa aware gimana?Yaa memang kembali ke hati dan kepribadiannya begitu maunya hanya diberi / menerima tanpa mau memberi tetangganya hehe
Dan masih banyak kasus harian lainnya.

Pointnya :"Rezeki tidak hanya berupa materi, kesehatan yang lapang, punya tetangga yang baik juga merupakan salah satu bentuk rezeki. Kalau kita  sendiri belum mampu menjadi baik untuk tetanggamu paling tidak jangan merugikan dan membuatnya kesal terhadap tetanggamu."

Ada 3 macam rezeki, yakni :
1. Rezeki yang tanpa kalian minta dan tanpa kalian usahakan telah diberikan Allah SWT kepada kita
2. Rezeki yang kita peroleh melalui ikhtiar dan kerja keras
3. Rezeki yang diberikan Allah SWT yang tidak disangka-sangka 

Allah memberikan jaminan kepada makhlukNya bahwa Dia memberikan rezeki kepada semua makhlukNya. 
“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mauhfuzh) (QS. Hud 11:6) 

Yuk lebih aware sama diri sendiri, 
"Kok rezeki ku susah"
"Kok aku gak punya temen"
"Kenapa pemahaman atau ilmuku kok belum mumpuni... " 
Bisa jadi kita yang kurang bersyukur menggunakan beberapa yang Allah ciptakan yang ada pada diri kita sendiri, mulut yang jarang berkomunikasi, tangan yang sungkan untuk menolong atau memberi, kaki yang enggan bersillaturahmi terhadap saudaramu, dll.

Semoga blog hari ini bermanfaat yaaa,
Selamat membaca :)
Mohon dimaklumi jika banyak kekurangan tulisan, karena kurangku disini kurang pandai merangkai kata demi kata, jadi masih terus belajar HiHi
Jangan lupa mampir, kritik dan sarannya yaa biar kedepannya lebih baik lagi. Terima kasih 

See you diblog aku selanjutnya …..





Source  : Tulisan opini pribadi
Picture :  Edit by Canva

Komentar

  1. Kakak, aku mau bertanya;
    Fotonya mana ya? 😅
    Apa cuma di hp ku yg gak bisa munculin gambar?

    BalasHapus

Posting Komentar