Assalamu'alaikum teman-teman, apa kabar?
Mulai hari ini aku bakal ngblog again hehe
Karena blog the old one forgot his account HUHU,
akhirnya aku mutusin untuk bikin blog baru. InsyaAllah aku akan berusaha untuk konsisten nulis apapun disini, entah tulisan sekedar sharing, curhatan sahabat, parenting, keyakinan, tips, and more
Blog pertama yang aku tulis ini dari curhatan sahabat sendiri, panggil aja namanya Ayu (Nama samaran) *oiyaa betewe untuk tulisan curhatan aku bakalan pake nama samaran ya dan pastinya aku berusaha untuk ijin terlebih dulu sebelum aku up di blog hehe
Cekidot, semoga berkesan sama tulisan yang aku rangkum ini ya manteman. Mohon maaf jika masih banyak kalimat yg kurang pas, selamat membaca :)
" Koma & Titik Berakhir Menyatu "
Perlahan aku mulai mengerti sajak tentang seseorang tidak selalu berjalan mulus. Kerikil, tanjakan yang tajam hingga licin akan selalu ku temui, munafik memang jika rasa itu dianggap musnah dan tak bergeming. Padahal kenyataannya perasaan cemburu datang begitu hebat, perasaan duduk dan menghampiri begitu dahsyat.
Tuhan jangan pernah dilawan. DIA sebaik-baik tempat untuk dimengerti, memahami, dan memperbaiki suasana. Aku tidak perlu menjelaskan sajak tentang seseorang itu siapa, tapi aku percaya sebaik baik koma akan bertemu juga dengan titik.
Cukup menjelaskan dirimu sendiri dengan satu jeda kata, “Menjadi”, Iya aku harus menjadi perempuan terhebat dari yang hebat, perempuan yang tidak hanya mau dimengerti tapi belajar mengerti, perempuan - perempuan yang belajar pragmatis dan open minded. Susah, yaa memang!
Sekali lagi belajar “Menjadi” sebelum "Mencari".
Kalau dibilang membohongi diri itu pasti, perandaian tanda koma akan mengerti tanda titik, tanda koma akan berhenti sebentar berlanjut ke tanda titik yang berujung pemberhentian terakhir. Lalu masih mau menyiksa diri?
Rasa nyaman tidak perlu aku jelaskan dengan seseorang yang belum sepenuhnya mengerti.
Belajarlah berbahagia dengan keadaan, keadaan yang tiap harinya ku torehkan. Cuek, jutek, rasa tak peduli berujung nyaman. Dan mengambil konsekuensi rasa nyaman dengan sajak tentang seseorang (Perasaan).
"Kisahmu mungkin cukup klasik dan humble. Tapi sungguh kau mampu mewakili dari jutaan perempuan yang bercerita tentang sajak seseorang..."
"Berakhir dengan Pilihan Ibu"
FYI: On pict Halte Karet sudirman Jakarta
Perkenalannya mungkin aku anggap tak disangka-sangka. Dengan perangai yang cuek dan bodoamatan bermuara ke sebuah perasaan yang entah belantah dari mana datangnya, bukan menyalahkan “Jatuh Cintanya” tapi menyayangkan akan pertemuannya.
Halte Sumber waras, adalah dalang dibalik pertemuan kisah perasaan yang musam. Ternyata perasaan jatuh cinta bisa muncul kapan aja dan dimana aja, tanpa mementingkan keadaan sekitar, tanpa mengetahui apapun konsekuensi yang bener-bener akan terjadi dalam hidup kedepannya.
Entahlah….
Melalui ponsel genggamnya hampir setiap hari bertukar kabar, komunikasi dengan begitu teraturnya yang hampir membutuhkan waktu luang akan aktifitas padat di Ibukota. Membahagiakan satu dengan yang lainnya, bersenda gurau, bertukar pikiran, memahami dan mengerti satu sama lain adalah kebiasaan yang tak pernah lupa pada waktu itu.
Namun, saat perasaan harus berujung pilihan.
Kita tersadar, kontradiksi dalam sebuah perasaan muncul tak bergejolak dan memilih langkah selanjutnya dalam sebuah perasaan yang entah akan berakhir dengan “Bersama atau Terhenti”
BERSAMA, mustahil tak bercelah. Mana mungkin Kau lawan Ibumu yang dengan segala Susah payah membesarkanmu, mendidikmu hingga kau tumbuh menjadi laki-laki tampan yang hebat, paras yang menawan dan yang hingga saat ini aku perjuangkan antara memiliki atau yang terhenti.
SAKIT, gak perlu kau tanya?? Konsekuensi harus perempuan mengerti. Siapa yang memutuskan suatu perasaan harus terima akan ujung dari sebuah perasaan itu sendiri, entah berakhir bersama atau hanya sekedar mampir dihidup.
Tapi, apalah daya seorang perempuan jika Diam dan menangis sudah menjadi pupuk dalam sebuah perasaan. Diam, perempuan hanya perlu dimengerti. Menangis, adalah perkara melegakan suatu masalah, tak perlu berkata apa-apa hanya perlu untuk di pahami. Itu aja.....
Sudah, cukup hatimu yang tergores bukan masa depan dan pikiranmu. Come on, perempuan kamu begitu berharga dalam situasi apapun. Simpan tangisan dan airmatamu.
“Mengertilah Cintamu memang tak bersyarat tapi sungguh Cintamu Punya Harga Diri.”
" Dirrect Message Perempuanmu "
Sebuah Dirrect Message masuk melalui salah satu akun media sosial ku,
Perempuanmu : “Kamu masih memikirkan tentangnya?? Apakah diantara kalian masih memiliki perasaan yang sama?
Aku : “Enggak, kita hanya sebatas teman nggak lebih dari itu”.
Perempuamu : “Bohong! Chat kalian aku melihat beberapa hari yang lalu, aku bisa merasakan bagaimana sakitnya menjadi seorang perempuan yg harus mengikhlaskan laki-lakinya untuk perempuan lain.
Aku : “Itu hanya sebuah komitmen kita dari awal buat nggak melepas tali sillaturahim kok, itu aaja! Aku harap hubungan kalian tetap baik,
Perempuanmu : “Jika kalian memang masih memiliki perasaan yang sama, aku siap mundur dan nggak melanjutkan hubungan. (emoticon senyum)....
Aku : “Nggak perlu, kita hanya sebatas teman (Sepura-pura itu tegar)
Perempuanmu : “Baik.... terimakasih udah pernah ada dibagian hidupnya dan mengajarkan banyak hal. Niatnya, bulan depan kami akan melangsungkan hari sakral kami. Silahkan bisa datang ya ke acara kami…..(Emoticon bahagia luar biasa)
Aku :”Ohiyaa….. selamat ya semoga lancar acaranya :)
Berakhir dengan perempuanmu mendoakan kebahagiaanku. aku aamiin-kan saja waktu itu, meski hati benar-benar terkoyak dan pikiran tertutup untuk tidak memikirkan apa-apa lagi, hanya senyum yang mampu mewakili pada saat itu.
Hingga detik ini aku belum mampu menghapus apa yang menjadi pesan terakhirmu ; sebuah pesan sebelum perempuanmu mengatakan bahwa “Kau” akan benar-benar meninggalkan untuk perempuanmu sekarang. Pesan yang masih hangat untuk kuingat ;
”Hai,,, apa kabar?? Besok kita ketemu ya, ditempat biasa….."
Kini hanya sebuah syair sendu yang terus menemani kisah klasikku. Aku percaya kita dipertemukan oleh Tuhan dengan maksud yang indah, entah hanya sebuah pembelajaran mampir dihidup atau benar-benar Tuhan meng-iya-kan.
Seakan terkoyak kala itu, aku bisa apa? Aku hanya perempuan, menangis dan menyendiri hingga benar-benar hati dan pikiranku pulih untuk tidak mengingatnya apa-apa lagi. Bohong sekali rasanya, jika aku benar-benar melupakan, buktinya hingga detik ini aku mampu menulis tentangmu disini. Pena, kertas dan leptop menjadi bukti bahwa aku benar-benar masih mengingat akan memory yang tertoreh. Meski kau hanya sekedar mampir dihidup , darimu aku banyak belajar ; Bagaimana seorang yang sabar, bagaimana seseorang menggunakan waktunya untuk menghabiskan masa masa bermanfaatnya, hingga belajar bagaimana menempatakan orang-orang disekitar agar tetap bersama.
Kau begitu sederhana, kau mampu menakwilkan cintamu hingga beberapa kemudian aku benar-benar tertikam hebat akan rasa nyaman dan semua perangai lembut yang kau miliki. Jarang aku temukan laki-laki sesabar itu, sungguh jarang!! Disaat aku kesal, marah kau justru membimbingku, mengerti akan kodratku sebagai perempuan, rasa humorismu yang kian kau arahkan padaku, seakan agar aku bisa terus tersenyum.
Ya Tuhan… itu dulu yang aku rasain. Aku yang bahagia memiliki laki-laki sesabar, semengerti dan sepengertian sepertimu. Kini aku hanya bisa mendoakan kau yang jauh disana yang sudah lebih dulu bahagia, semoga kelak kau akan tetap ada meski kau hanya hamparan angin.
"Ijinkan aku untuk terus menulis tentangmu disini, meski kau tak melihat. Kau sungguh ada dalam syair-syair melodiku.....
Pointnya adalah Ketika ingin mencoba sesuatu dengan kondisi apapun we have to know, konsekuensi dan kontradiksi selalu ada. Fighting is fun, tapi jangan sampai lebih banyak Ego diri. Kasian hatimu, kasian tubuhmu. Kita berhak bahagia kok :)
Jangan lupa bantu komen, support, kritik atau pesan apapun di blog aku ini ya, biar aku makin syemangaat nyoret-nyoret disini, sampai ketemu diblog aku selanjutnya. Thankyou yang udah mau nyempetin baca :)
□ Source : Re-edit dari Laman Tumblr "Yang Rindu"
□ Picture : Edit by Canva & Doc.Pribady
Ceritanya bagus dan bikin penasaran 😂.
BalasHapusSejutu sih sama pointnya 👍
Ditunggu cerita" selanjutnya kakak 😊😬
Hey Dear .....
BalasHapusTerima kasih untuk ceritanya ....
Tulisan dan kata-katanya sederhana namun penuh makna
setiap kata-katanya ketika ku membaca jujur sangat menyentuh
di tunggu cerita selanjutnya :)
Kek engeh sama ceritanya :D
BalasHapusTapi apapun itu, semoga hikmah yg bisa diambil dari cerita mampu mengekspresikan keinginan banyak orang. Sehingga mindset-nya gak stuck disitu aja.
Ditunggu goresan kisah selanjutnya kak. Semangaat🌷
Sebuah kisah yg di tulis dengan sentuhan syair indah
BalasHapusMembawa penikmatnya ikut merasakan ceritanya
Terus berkaya ya, jangan lupa sampaikan poin” intinya karna poin itu bagai nyawa di dalam tulisanmu
Semangaattt
Menyentuh hati walaupun sederhana, dan bagus banget ceritanya..
BalasHapusDitunggu cerita selanjutnya.
Ditunggu tulisan selajutnya kaka
BalasHapusMasyaAllah kisahnya 🥰 di tunggu lagi kisah selanjutnya kak
BalasHapus