Camilan dengan Kearifan Lokal "Kue Lemet"


       On pict;Kue lemet yang sudah matang setelah dikukus



Assalamu'alaikum teman-teman, gimana aktifitas kalian? apapun aktifitas kalian lakukan dg have fun dan stay cool yes Hihi
Sepadat apapun aktifitas kalian jangan lupa sempetin istirahat dan makan yang cukup ya…. 
Betewe ngomongin makan, paling pas dong moment weekend kali ini kalian musti nyoba-nyoba bikin sesuatu, Camilan kue lemet misalnya. 

Naah... blog kali ini aku mau sedikit rangkum tentang kue lemet; mulai dari bahan yg dipakai dan cara membuatnya yang cukup sederhana.
"Kenapa harus kue lemet sih Des?" 
Oiya belakangan ini ibuku sering bangeet bikin kue lemet ini guys, so kayaknya sayang bangeeet kalo gak dirangkum dan dibagikan hehe
Jika dirasa bermanfaat silahkan bisa ikutan belajar buat ya wkwkw

Ceki-ceki, to the point aja yuk!
 
Aku menyebutnya kue dengan kearifan lokal, camilan yang terbilang gak asing dikampungku, Plumbon Karangsambung. Masyarakat kerap menyebutnya dengan camilan "Lemet"  hehe
Namanya terdengar unik yaaa, tapi memang begitu adanya. 
Camilan lemet yang terbungkus dari daun pisang ini, selain punya cita rasa yang khas, juga simple dan tidak terlalu menghabiskan banyak bahan dan bumbu tambahan untuk membuatnya.

Dengan bahan dan bumbu yang mudah dicari bahkan ditemukan disekitar rumah, warung atau disawah.
Yuhuyyy... camilan lemet ini berbahan dasar Singkong dan kelapa loh :D
Dalam membuat camilan lemet, biasanya ada 2 cara penyajian atau pembuatannya, berikut aku rangkum cara penyajian/pembuatan camilan Lemet yang aku pelajari versi  ibuku hehe 




Pertama-tama kita atur bahan dan bumbu yang perlu disiapkan, antara lain :
■ Singkong         ■ Garam                                ■ Daun pisang
■ Kelapa             ■ Gula merah (Gula jawa)   ■ Vanili
■ Gula pasir 


Penyajian/Pembuatan versi pertama :

1. Pilih singkong yang layak dimakan (Maksudnya disini adalah singkong Palengka, konon ada beberapa singkong yang tidak layak dikonsumsi. Dikampungku orang menyebutnya singkong Muroni (beracun) wkwk.
Salah satu jenis singkong yang kurang layak utk membuat makanan/camilan, such as: singkong Lambong, singkong jawa putih  dan mungkin masih banyak lainnya (Hehe monmaap setauku cuma itu aja, ilmu persingkonganku kurang mantul guys wkwkw)

2. Setelah memilih singkong yang layak dikonsumsi, kemudian kupas kulit singkong, cuci hingga bersih.

3. Next, pengupasan singkong selesai. Jangan lupa sediakan pula kelapa yang pastinya sudah di pisahkan dari batoknya, cuci hingga bersih.

4. Setelahnya, parut singkong dan kelapa. Pisah di 2 wadah berbeda yaa...

5. Selesai memarut kelapa dan singkong, pastikan tambahan lain seperti gula jawa, gula pasir, vanili, garam sudah disiapkan.

6. Lanjut, untuk singkong diperas dan diulenin terlebih dulu menggunakan air hangat utk nemastikan sari pati pada singkong agar tidak tercampur dengan air perasannya (biasanya air perasannya berwarna putih bening) Karena air perasannya pada singkong biasanya sedikit punya rasa pahit dan punya aroma agak langu jika dimakan.

7. Selesai memisahkan  perasan dan sari pati pada singkong, kemudian singkong dan kelapa dicampur menjadi satu dan tambahkan secukupnya gula pasir + gula merah (Gula jawa) yang sudah di potong-potong lembut, plus tambahkan secukupnya vanili. Kemudian aduk kelapa, singkong dan gulanya, tambahkaan secukupnya juga garam agar kue lemetnya gak hanya manies tapi tetap gurih hehe 

8. Setelah diaduk dan tercampur, pastikan kalian juga sudah menyiapkan daun pisang untuk membungkusnya. Taroh ulenan singkong lemet tadi secukupnya pada daun pisang sesuai seleraa…

9. Setelah memastikan semuanya selesai, lemet yang sudah terbungkus di daun pisang kemudian dikukus di panci yang sudah berisi air yang mendidih. Tunggu hingga kurang lebih setengah jam aja untuk memastikan tekstur lemet yang dikukus sudah matang.

      On pict;Kue lemet yang selesai di bungkus daun pisang 
                                    (siap untuk dikukus)


Untuk versi kedua, prosesnya sama dengan versi pertama hanya saja berbeda di penambahan gula aren yang tidak tercampur, melainkan dipisahkan/ditaruh ditengah-tengah pada singkong lemetnya.
Ibuku bilang, versi penyajian kedua ini dilakukan oleh orang-orang terdahulu. orang jaman sekarang lebih banyak menyajikan atau membuatnya dengan versi pertama.

Kurang lebih begitu yaa pembuatan/penyajian kue dengan kearifan lokal yang sederhana HEHE
oiyaa disini aku lupa gak up hasil atau tekstur daripada kue lemet yang udah matang, maklum enggak ke foto pas bikin, keburu pengen langsung makan aja wkwkw

Pointnya; "Memasak dengan versi dan kombinasi apapun, entah belajar otodidak, belajar dari oranglain, belajar dari internet, masak menggunakan rasa dan hati insyaAllah masakanpun penuh rasa dan nikmat dilidah. Jangan dilihat apa yang dimasak, tapi masaklah penuh rasa agar enak dilihat dan dirasa.

Jadi gimana? Udah ada bayangan utk membuatnya bukan? Cukup mudahkan buatnya…
Kalian bisa mencoba dirumah dengan orang-orang tersayang, bisa dijadikan camilan sederhana dirumah atau sekedar untuk acara-acara rumah, seperti pengajian, tahlil dll, karena bahan dan bumbunya mudah didapat dan tidak terlalu banyak kocek yang dikeluarkan hihihi

So, kira-kira apa nama jenis kue ini didaerah kalian guys? 
Sharing yuk HEHE

Dan jangan lupa bantu komensupport, kritik atau saran, pesan apapun di blog aku ini ya, biar aku makin syemangaat nyoret-nyoret disini, sampai ketemu diblog aku selanjutnya. Thankyou yang udah mau nyempetin baca :)


Source : Tulisan opini pribadi
Picture :  Edit by Canva & Doc.pribady














Komentar

  1. Menggoda🤤
    Kalau di Sunda namanya *Papais Sampeu, kak. Kalau Lemet, itu yg buat ngaduk kue klau selesai di mixer. Hihi se-unik itu ya Indonesia. Bahan pembuatannya sama, cuma beda di nama.

    Lanjut kaaak

    BalasHapus
  2. Kalau di jatim aku biasanya nyebut ketimus, enak banget camilan yg bikin kenyang 😍

    BalasHapus
  3. Makanan favorit 🥰 serial kalo ibu yang buat rasanya masyaa'allah

    BalasHapus

Posting Komentar